Kamis, 12 Juli 2012

Baju untuk Cakka

Hari ini cakka merasa benar-benar gagah. dengan jas hitam yang di pakainya ia seolah menjadi seorang jendral. bukan karena jas itu memang bagus. bukan juga karena modis tapi ini di sebabkan oleh si pemberi jas yang menjabat sebaga seorang jendral.
Pemberi hadiah itusih buka siapa siapanya cakka dia adalah adik ayahnya alias pamanya dan bagi cakka jas ini adalah pemberian terbaik dari semua yang telah di berikan selama dewa tinggal di rumah ini, di rumah pamanya
O iya tahun ini cakka menjadi mahasiswa baru. ia memutuskan untuk meninggalkan kampung halaman menetap di kota ini selama menjadi mahasiswa.
*** 
Pagi-pagi  sekali cakka berangkat ke kampus, di depan rumah pamanya sempat menawarkan jasa mengantara cakka dgn mobil, biar tambah lebih keren. tapi cakka menolak karena kampus tdk begtu jauh. ia juga ingin santai menghirup udara pagi.
Begitu keluar dari sebuah gang, tak di duga 3 anjing mengonggong nya dari belakang mahluk menakutkan itu mendekat.
Cakka tak bisa menghindar . ia mencoba berlari namun anjing-anjing itu lebih gesit menerkam. dan sungguh heranya saat ia mengetahui bagian apa yang di gigit. bukanya bagian tubuh bukan juga tangan atau lainya tapi ujung belakang jas hitamnya. "Wadauw.."
Cakka meronta.  ia tak rela jas hitamnya di gerogoti. matanya berkeliaran mencari perlindungan, mencari satu sosok untuk di mintai perlindungan . namun sia sia jalanan masih sepi, tak seorang pun yang lewat.
Karena gigitan anjing itu sangat kuat jas itu pun terlepas dari tubuhnya. jas telah kotor cakka juga merasa jijik. dengan tatapan penuh ia menyumpahi mahluk berperi kebinatangan itu. "Brengsek! Binatang sial.."

Cakka mengambil batu lalu berusaha melemparnya tepat di kepala anjing itu. namun percuma anjing cepat menghindar , menjauh bersama potongan jas hitam di mulutnya "Hancur!!" 
Tanpa merasa gagah lagi cakka melangkah ke kampus 
**** bersambung dulu :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar